Virus D**n You !!!!

Judul diatas tidak bermaksud berbuat kasar atau diluar batas kewajaran dalam menanggapi sesuatu, namun penulis cuma mencoba menggambarkan betapa menggemaskannya perbuatan beberapa “kawan” kita diluar sana dengan pengetahuan yang dimiliki digunakan untuk sesuatu yang diluar norma yang berlaku. “makhluk halus” yang disebarkan dengan berbagai cara dan sifatnya yang patogen maupun apatogen itu telah meresahkan kita yang notabene tidak mengerti sama sekali apa manfaat yang mereka dapatkan dengan menyebarkannya.

Sore itu di salah satu pusat aktivitas di kampus kita, ramai dengan kegiatan yang berhubungan dengan pendataan dan membutuhkan bantuan barang kebutuhan primer kita hari ini yaitu komputer. Namun, sesaat kami terhenyak dengan keluhan seorang teman yang mengaku telah mendapatkan virus1 diflash disknya dan telah menginfeksi komputernya. Tanpa ada komando, serentak beberapa teman menyebut teman lain yang bisa membantu mengusirnya. Saat itu usaha tersebut berhasil, namun beberapa menit lalu sebelum menyelesaikan esai ini, saya kaget karena telah mendapati komputerku juga telah terinfeksi dengan virus1 yang lain. Entah dari mana.

Dalam ilmu kedokteran, virus2 didefinisikan sebagai mikroorganisme yang memiliki kemampuan berplikasi(menggandakan diri) dengan menghasilkan protein asing di tubuh yang terkompensasai dengan produksi antibodi yang bisa bermanifestasi gejala berupa keluhan seperti demam, batuk, dll. “Virus2” digambarkan sebagai mikroorganisme dengan berbagai bentuk namun dalam ukuran yang sangat kecil dan tidak dapat terlihat dengan mata telanjang.

Yang menyatukan istilah virus2 pada tubuh manusia dan virus1 pada komputer adalah karena sifatnya yang berukuran kecil, namun membahayakan kelangsungan dari host yang ia tempati. Timbulnya pun secara tiba-tiba dan menimbulkan gejala yang tak terduga (kecuali virusnya sudah dikenali).

Nah, sekarang pelajaran apa yang bisa kita dapat dari kedua hal tersebut?

Dalam kehidupan kita, tanpa tersadari “virus*” lain telah hinggap di akal budi dan hati nurani kita. Tanpa bisa terdeteksi oleh antimikroba atau antivirus manapun, virus itu pun kita sebarkan dengan berbagai cara ke orang lain. “virus3” ini pun menimbulkan gejala yang dapat merusak dan mengancam kelangsungan kehidupan kita. Jika ditelusuri hal itu dapat merusak kesinambungan kehidupan kita terutama dalam menjalin ukhuwah sesama manusia.

Berprasangka buruk, pesimistis, iri hati, unconfident, malas, licik, egois, sedih yang berlebihan, manja, dan masih banyak penyakit hati (kata Aa Gym) lainnya. Saya menyebutnya “virus3” terhadap penyakit hati tersebut, karena tanpa sadar dengan berperilaku seperti itu, dan memposisikan sebagai teman terhadap teman-teman kita, maka kita telah “menyebarkan” hal tersebut secara tidak langsung. Meskipun hal tersebut bukan sesuatu yang mutlak karena yang mempengaruhi perilaku seseorang bukan hanya dari 1 lingkungan saja, tapi ada banyak lingkungan lain dimana ia tumbuh. Tapi kita telah menjadi faktor pemicu dan yang memperburuk tersebarnya virus3 tersebut kepada orang disekitar kita. Fenomena “berbagi” yang diturunkan dalam bentuk infotainment oleh TV telah membantu kelancaran tersebarnya virus3 tersebut. Sadarkah kita ?

Pedoman kita Al-Quran dan Hadits telah memberikan remedy bagi kita untuk membasminya. Didalamnya juga telah diceritakan dengan bagus skali mengenai langkah apa yang harus ditempuh untuk menghapus virus3 tersebut secara permanetly dari kita. Jadi ? Tunggu apa lagi ? masih kah kita membiarkan virus3 itu terus menggerogoti kita ? maukah teman hancur karena sesuatu yang jauh lebih tidak berdaya dari kita ? hmmm…..

Yakin Usaha Sampai

Comments

Popular Posts